Karena Cinta Adalah Kamu

Apa ini yang mereka bilang 'cinta'?
Ketika semua perasaan diri lenyap karena ikut merasakan perasaan seseorang...
Apa ini yang mereka sebut 'sayang'?
Ketika semua luka yang pernah aku rasa sepertinya tidak sebanding dengan sakit yang kamu rasa..
Apa ini yang mereka katakan 'cinta' dan 'sayang' itu?
Aku tidak tahu..
Karena sekarang, setiap rasa di hatiku tersambung dengan aneh kepada satu nama. Yang aku tidak bisa menghindarinya lagi seperti dulu.

Membaca catatan hidupmu dulu,
dari waktu ke waktu...
saat belum ada aku. saat yang ada hanya kamu dan dia.
Bukan perasaan cemburu yang aku rasakan.
Justru perasaan sedih.
Karena kecewamu adalah kecewaku. Sedihmu rasanya juga sedihku.
Dan setiap perasaan campur aduk yang berusaha kamu ungkapkan disana rasanya seketika itu juga menjadi bagian yang perih dalam hatiku.
Rasanya semua rasa sedih yang aku rasakan karena orang - orang dari masa lalu itu, tidak sebanding dengan rasa sakit yang pernah kamu rasakan.
Dan aku tidak pernah ingin membuatmu sakit seperti itu lagi.
Biarkan waktu dan kebersamaan kita perlahan menghapus semua sedihmu.

Biarkan air mata yang perlahan menetes dari mataku ini menjadi simbol.
Simbol agar nantinya tidak akan ada lagi hati yang tersakiti.
Karena cinta adalah kamu.
Dan sayang adalah dirimu.

Dan aku tidak ingin menjadi dia.

Kebetulan yang (Bukan) Kebetulan

Awalnya nggak ada yang pernah tau akan jadi apa kita.
Karena aku juga hanya berani memendam perasaan.
Kamu? Kamu malah belum berpikir aku itu 'seorang wanita' apalagi yang masuk kriteria 'cukup menarik' bagimu.

Pertemuan itu terlalu singkat untuk begitu saja dilupakan. Tetapi terlalu abstrak juga untuk dikenang. Semuanya lebur dalam batas rekan kerja, kakak - adik, bahkan hubungan antara tukang servis AC dengan salah satu pelanggannya.

Awalnya hanya,
Siapakah kamu?
Cuma teman kerja yang bahkan jarang aku ajak bicara.
Cuma orang paling pendiam yang aku tau di tempat kerja.
Yang nggak pernah sorak-sorakin aku, yang nggak pernah ikut nggodain aku, yang nggak pernah ikut kecentilan di depanku.
Waktu itu memang aku belum sempat kenal kamu, tapi satu hal yang aku tau dari kamu.
Kamu BERBEDA.
Kamu nggak kayak yang lain - lain. Yang berasa kayak paling keren di depan cewek - cewek. Yang kebanyakan omong tapi nggak ada isinya
Kamu simpel, tapi kamu bisa singgah di otakku lebih lama daripada laki - laki yang lain di tempat kerja itu.

Kemudian hanya,
Sebuah kebetulan aneh yang membuat kita akhirnya terikat lagi. Terikat hingga kini.
Sebuah kebetulan yang ketika itu benar-benar aku harapkan dan yang kamu lakukan di luar ambang batas kesadaranmu.
"Besok semuanya datang ya..", aku mengundang semua orang untuk datang ke acara dimana aku jadi hostnya besok malam. Tentunya dengan memberi penekanan lebih untukmu agar kamu menyempatkan waktu datang melihatku.
Kamu ketika itu tidak berjanji apa-apa. Aku hanya tersenyum, dalam hati berharap kamu akan datang.
Sedangkan lelaki - lelaki yang lain sudah menyiapkan ribuan janji manis untuk datang besok. Aku tidak menggubris. Yang ada di pikiranku hanya kamu.
Kamu, yang padahal ketika itu, tidak berjanji apa - apa.

Akhirnya yang terjadi,
Acara sudah separuh berjalan. Tanda - tandamu tidak kelihatan.
Apakah aku hanya terlalu berharap muluk-muluk? Atau aku yang salah membaca pertanda?
Aku tidak tahu. Hatiku terus menyebutkan namamu. Kulihat handphone berkali-kali. Tidak ada pesan. Tidak ada pertanda.
Sepertinya, kamu tidak akan datang.
Aku menghela napas panjang. Lalu berusaha bersikap biasa saja, Walau batinku berusaha mati - matian mengenyahkanmu dari sana.
"Baiklah, kalau tidak datang, tidak apa - apa.", Aku berkata pada batinku. Menghibur diri.

Tak lama setelah aku bergolak dengan batinku sendiri, ada pesan masuk ke handphoneku.
Tidak dramatis memang. Tidak ada burung merpati yang datang menghampiriku.
Hanya sebaris pesan. Dari nomor tak dikenal.
Yang mengabarkan bahwa sang pengirim pesan hanya berjarak beberapa meter saja dari tempatku duduk.
Dan di akhir pesan itu, Ia mencantumkan sebaris nama. Nama yang beberapa waktu lalu terus mengisi pikiranku.

Ternyata,
kamu datang, walau tidak berjanji.
Dan belakangan ini baru aku tau, kamu pun tidak merencanakan untuk datang.
Memang tidak pernah ada yang kebetulan.

Finally

Finally... i say it... to you...

semoga aku ga pernah menyesalinya... :*

Berbeda

Hari ini berbeda . . .
entahlah . . . mungkin . . . dan semoga itu juga yang kamu rasain . . .

aku gak akan berkata "mimpi indah ya", tetapi aku akan ngucapin "hati-hati tidurnya ya"
iya, hati-hati coz aku akan mencoba untuk menyelinap masuk dan menjadi aktor di setiap episodenya . . .

Semoga benar

Ramadhan tahun ini . . . sama seperti ramadhan tahun kemarin dan kemarinnya lagi . . .
aku selalu kangen saat kita masih sama-sama . . .
saat sahur bareng . . . saat kita masi bisa bercanda bareng dengan mata yang masih ngantuk, trus tidur dengan batas guling ditengah . . . begitu manis . . . semoga kelak aku bisa merasakan hal itu lagi, walaupun itu tanpamu . . .
karena aku sedang memikirkan seseorang saat ini . . . seseorang yang mungkin akan menghuni pikiranku di tiap hari-hari berikutnya, dia yang terasa berbeda di pikiranku . . . semoga benar . . .