Showing posts with label Inspiring Story. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Story. Show all posts

Suatu Jumat, 13 Mei 2011 Yang Lalu

Nggak sengaja nemu tulisan ini di komputer.
daripada dihapus, mending diupload di blog.
Buat Christian Eka Saputra, bukan berarti aku keinget 'dia' lo ya. Aku cuman pengen ngepost hasil tulisanku. Siapa tau menginspirasi orang lain :)


13 May 201
Dinginnya udara dini hari itu benar-benar mengingatkan hatiku supaya terbiasa kedinginan juga setelah ini. Seseorang telah memilih dan menentukan takdirnya, yang entah mengapa secara tidak langsung mempengaruhi takdirku juga. Sepertinya begitu.
Untungnya tidak ada kesedihan yang aku perlihatkan di hadapannya secara terang-terangan tadi pagi. Hanya pilu menusuk hati ketika mengingat tiap-tiap tempat yang pernah aku lewatkan dengannya.  Ikut senang melihatnya bersemangat kembali ke tempat asalnya. Ikut sedih pula melihat matanya yang sering menerawang mengingat waktu yang telah Ia habiskan disini. Dan orang-orang yang telah menyentuh hidupnya selama 11 bulan ini.
11 bulan yang lalu Ia datang, dan menjalani kehidupannya di dunia yang mungkin menurutnya antah berantah. Benar-benar berbeda dengan dunianya yang dahulu. Tidak hanya kebiasaan, musim, bahasa, tetapi juga perlakuan orang-orang di tempat baru ini kepadanya. Ia lahir baru namun tidak selamanya baru. Ia tetap dirinya yang sebelumnya, namun menghadapi dunia baru ini Ia harus memakai sudut pandangnya yang baru.
Mungkin 10 bulan yang lalu, aku bertemu dengannya. Namun belum bersentuhan dengannya secara langsung. 6 bulan yang lalu kita baru mengenal satu sama lain. Dengannya, aku seperti gadis kecil yang menemukan sebuah buku yang tebal, penuh warna dan isinya sangat menarik. Ia benar-benar seperti apa yang telah aku idam-idamkan selama ini. Seperti sosok yang keluar dari mimpimu ketika kamu baru saja membuka mata dari tidurmu. Seperti sosok yang tiba-tiba datang menghampirimu seusai kamu memohon pada bintang jatuh. Seperti penjual sup hangat yang datang ketika kamu lapar dan kedinginan. Ia sungguh-sungguh sesuai dengan ekspektasiku, bahkan jauh melebihi.
Tapi sesuatu yang menarik tidak datang dengan gratis atau gampang. Membaca buku yang menarik memerlukan konsentrasi yang penuh dan imajinasi yang luar biasa. Sosok yang keluar dari mimpimu mungkin saja memiliki sifat yang tidak terbuka pada mimpi yang singkat. Sosok yang hadir setelah bintang jatuh juga belum tentu tidak mengharapkan sesuatu yang lain kepadamu akan kehadirannya. Penjual sup yang hangat juga belum tentu berbelas kasih memberikan supnya secara Cuma-Cuma kepada orang yang ditemuinya kelaparan dan kedinginan di pinggir jalan.
Ia datang untuk mempertebal benteng kesabaranku. Melatih keteguhan hatiku. Ia datang juga untuk membangunkan mimpi-mimpiku yang sudah lama aku masukkan ke kotak dan kuncinya sudah hilang entah kemana. Ia juga membuatku tidak pernah melihat sesuatu dari sisi negative atau sisi perbedaan. Ia juga telah membuka pemikiranku bahwa segala hal tidak selalu sempit seperti yang kita pikirkan.
Bagiku, mengenalnya merupakah sebuah hadiah unik yang diberikan di fase kehidupanku kali ini. Aku sangat berharap bisa bertemu dengannya lagi. Entah di fase kehidupan ini, atau di fase kehidupanku yang berikutnya. J

Kebetulan yang (Bukan) Kebetulan

Awalnya nggak ada yang pernah tau akan jadi apa kita.
Karena aku juga hanya berani memendam perasaan.
Kamu? Kamu malah belum berpikir aku itu 'seorang wanita' apalagi yang masuk kriteria 'cukup menarik' bagimu.

Pertemuan itu terlalu singkat untuk begitu saja dilupakan. Tetapi terlalu abstrak juga untuk dikenang. Semuanya lebur dalam batas rekan kerja, kakak - adik, bahkan hubungan antara tukang servis AC dengan salah satu pelanggannya.

Awalnya hanya,
Siapakah kamu?
Cuma teman kerja yang bahkan jarang aku ajak bicara.
Cuma orang paling pendiam yang aku tau di tempat kerja.
Yang nggak pernah sorak-sorakin aku, yang nggak pernah ikut nggodain aku, yang nggak pernah ikut kecentilan di depanku.
Waktu itu memang aku belum sempat kenal kamu, tapi satu hal yang aku tau dari kamu.
Kamu BERBEDA.
Kamu nggak kayak yang lain - lain. Yang berasa kayak paling keren di depan cewek - cewek. Yang kebanyakan omong tapi nggak ada isinya
Kamu simpel, tapi kamu bisa singgah di otakku lebih lama daripada laki - laki yang lain di tempat kerja itu.

Kemudian hanya,
Sebuah kebetulan aneh yang membuat kita akhirnya terikat lagi. Terikat hingga kini.
Sebuah kebetulan yang ketika itu benar-benar aku harapkan dan yang kamu lakukan di luar ambang batas kesadaranmu.
"Besok semuanya datang ya..", aku mengundang semua orang untuk datang ke acara dimana aku jadi hostnya besok malam. Tentunya dengan memberi penekanan lebih untukmu agar kamu menyempatkan waktu datang melihatku.
Kamu ketika itu tidak berjanji apa-apa. Aku hanya tersenyum, dalam hati berharap kamu akan datang.
Sedangkan lelaki - lelaki yang lain sudah menyiapkan ribuan janji manis untuk datang besok. Aku tidak menggubris. Yang ada di pikiranku hanya kamu.
Kamu, yang padahal ketika itu, tidak berjanji apa - apa.

Akhirnya yang terjadi,
Acara sudah separuh berjalan. Tanda - tandamu tidak kelihatan.
Apakah aku hanya terlalu berharap muluk-muluk? Atau aku yang salah membaca pertanda?
Aku tidak tahu. Hatiku terus menyebutkan namamu. Kulihat handphone berkali-kali. Tidak ada pesan. Tidak ada pertanda.
Sepertinya, kamu tidak akan datang.
Aku menghela napas panjang. Lalu berusaha bersikap biasa saja, Walau batinku berusaha mati - matian mengenyahkanmu dari sana.
"Baiklah, kalau tidak datang, tidak apa - apa.", Aku berkata pada batinku. Menghibur diri.

Tak lama setelah aku bergolak dengan batinku sendiri, ada pesan masuk ke handphoneku.
Tidak dramatis memang. Tidak ada burung merpati yang datang menghampiriku.
Hanya sebaris pesan. Dari nomor tak dikenal.
Yang mengabarkan bahwa sang pengirim pesan hanya berjarak beberapa meter saja dari tempatku duduk.
Dan di akhir pesan itu, Ia mencantumkan sebaris nama. Nama yang beberapa waktu lalu terus mengisi pikiranku.

Ternyata,
kamu datang, walau tidak berjanji.
Dan belakangan ini baru aku tau, kamu pun tidak merencanakan untuk datang.
Memang tidak pernah ada yang kebetulan.